Qipti selalu bikin perkara. Dia kocak, biarpun dunia sedang muram. Dia membaca puisi protes di pabrik papa dan diuber-uber satpam. Tapi dia tidak kapok, malah melakukan seranan kedua.
Predikat sebagai pocong jantan tinggal sedikit lagi bisa gue raih. Setelah semua penjuru kompleks dijabananin, gue pun memutuskan untuk pulang
Terbelai pinggang yang kecil, Terlayah bahu yang bidang; Bagai nibong dipuput ribut; bagai pinang rarst berbuah
Kehadiran pemulung, apalagi di kota besar seperti Surabaya, selalu menimbulkan dilema. Orang memandang pemulung dari sisi yang bermacam-macam. Ada yang mendukung kehadiran pemulung dan tidak sedikiā¦